Category Archives: Artikel Peternakan

Strategi Mencapai Swasembada Daging Sapi di Bengkulu

Oleh: Suharyanto

Swasembada daging sapi memang menjadi program unggulan pemerintah. Target pencapaian secara hipotetik berdasarkan hasil sensus ternak sapi dan kerbau tahun 2011 telah terpenuhi di tahun 2011. Artinya, sebelum 2014, sebagai target waktu tercapainya swasembada daging sapi, telah terpenuhi. Hal yang sama juga terjadi di Provinsi Bengkulu. Continue reading

1 Comment

Filed under Artikel, Artikel Peternakan

Mewujudkan Swasembada Daging

Oleh Suharyanto

(Tulisan ini dipublikasikan di tabloid Inspirasi Vol 2. No 31.  25 Oktober 2011)

             Impian pemerintah dalam hal pemenuhan kebutuhan daging sapi domestik tidak pernah berhenti. Tercatat bahwa telah tiga kali ini pemerintah mengupayakan supaya Indonesia berswasembada daging sapi. Pertama, adalah tahun 2005 dicanangkan Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) tahun 2010. Target capaiannya adalah tahun 2010. Kedua, yaitu ketika paruh waktu dan memandang PSDS perlu digenjot maka dicanangkan program Program Percepatan Swasembada Daging Sapi (P2SDS) 2010. Keduanya ternyata gagal dan malah sebelum 2009 P2SDS direvisi capaiannya tidak lagi 2010, melainkan menjadi 2014. Continue reading

1 Comment

Filed under Artikel Peternakan

Perubahan Paradigma Penyuluhan

Oleh: Suharyanto

Tidak diragukan lagi, peran penyuluhan dalam setiap program pemerintah sangatlah penting. Hal ini tertera dari bagaimana sejarah perkembangan penyuluhan, khususnya di Indonesia. Dan, setiap pemerintahan pasti menginginkan program-programnya, terutama untuk pembangunan, berhasil. Nah, oleh karenanya penyuluhan memiliki peran penting agar program-program pembangunan pemerintah bisa berhasil.

Sesaui dengan namanya, penyuluhan berasal dari kata “suluh” yang berarti obor penerang. Dalam khazanah Indonesia, kata ini berasal dari bahasa Belanda “Voorlichthing”, yang artinya lebih kurang “penerangan”. Namun dalam khazanah negara Anglo atau bekas jajahannya, penyuluhan lebih tepat dikatakan sebagai “pengembangan”, “penambahan” atau “perluasan”, yaitu berasal dari kata ‘extension”.

Continue reading

43 Comments

Filed under Artikel Peternakan, Materi Kuliah

Integrasi sapi-kebun

Di sini ada makalah tentang integrasi sapi-kebun dalam rangka pencapaian swasembada daging sapi. Kita tahu bahwa swasembada daging sapi menjadi program pemerintah (namun belum tercapai) maka dari itu perlu upaya-upaya bagaimana pemenuhannya. Salah satu upaya yangbisa ditempuh adalah dengan memanfaatkan lahan perkebunan untuk peternakan sapi dalam arti luas atau sering disebut dengan integrasi sapi-kebun.

Hal ini penting mengingat dari waktu ke waktu, konversi lahan menjadi areal perkebunan meningkat hingga nyaris tidak menyisakan untuk keperluan lain termasuk peternakan. Oleh karenanya sistem integrasi menjadi alternatif penting untuk dipalikasikan.

 

Tulisan saya tersebut ditulis bebera tahaun lalu sehingga mungkin untuk ondisi sekarang sudah kurang tepat lagi, namun ide yang tertuang masih relevan untuk dicermati dan dikaji.

Unduh/download artikelnya di sini!

4 Comments

Filed under Artikel Peternakan

Pertumbuhan Kota dan Populasi ternak

Tulisan kali ini merupakan tanggapan atas artikel yang ditulis oleh tim sentral ternak pada situs web-nya: http://www.sentralternak.com. Pada web tersebut admin menulis perlunya melindungi ternak asli Indonesia. Saya sangat tertarik dengan artikel tersebut. Kemudian saya tanggapi di web tersebut pula. Namun demikian, saya merasa perlu untuk menampilkannya juga di sini.

Berikut ini adalah artikel dari http://www.sentralternak.com yang dirilis 7 Oktober 2008: Continue reading

Leave a comment

Filed under Artikel Peternakan

Ketahanan Pakan untuk Ketahanan Pangan

Oleh: Suharyanto

Akhir-akhir ini isu ketahanan pangan kembali menyeruak ketika Indonesia dilanda bencana alam berkepanjangan sehingga meluluhlantakkan daerah-daerah lumbung pangan seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gejolak kerawanan pangan semakin mengemuka ketika harga kedelai melambung tinggi hingga tak terjangkau oleh produsen tempe dan tahu serta kecap. Mengapa produksi tempe dan tahu goyah? Karena bahan bakunya impor. Ini menandakan bahwa kita masih rawan pangan. Continue reading

5 Comments

Filed under Artikel Peternakan

Jalan Pintas Menuju Swasembada Daging

Oleh: Suharyanto

Disadari atau tidak, sub sektor peternakan memiliki peranan penting dalam kehidupan dan pembangunan sumberdaya manusia Indonesia. Peranan ini dapat dilihat dari fungsi produk peternakan sebagai penyedia protein hewani yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia. Oleh karenanya tidak mengherankan bila produk-produk peternakan disebut sebagai bahan ”pembangun” dalam kehidupan ini. Selain itu, secara hipotetis, peningkatan kesejahteraan masyarakat akan diikuti dengan peningkatan konsumsi produk-produk peternakan, yang dengan demikian maka turut menggerakan perekonomian pada sub sektor peternakan.

Namun demikian, kenyataannya menunjukkan bahwa konsumsi produk peternakan masyarakat Indonesia masih rendah. Padahal, menurut Husodo (2007) bahwa abad ini merupakan abad pertarungan talenta, yaitu abad yang penuh dengan persaingan dan pertarungan ketat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang membutuhkan talenta kuat. Untuk memenangkan pertarungan ini maka dibutuhkan manusia-manusia cerdas dan kuat. Hal ini bisa penuhi dengan konsumsi protein hewani yang memadai. Rata-rata konsumsi protein hewani baru 4,19 gram/kapita/hari. Menurut Direktorat Jendral Peternakan (2006), rata-rata konsumsi pangan hewani daging, susu dan telur masyarakat Indonesia adalah 4,1; 1,8 dan 0,3 gram/kapita/hari. Angka konsumsi ini masih rendah bila dibandingkan dengan standar minimal konsumsi protein hewani yang ditetapkan oleh FAO, yaitu 6 gram/kapita/hari atau setara dengan konsumsi 10,3 kg daging/kapita/tahun, 6,5 gram telur/kapita/tahun dan 7,2 kg susu/kapita/tahun. Continue reading

4 Comments

Filed under Artikel Peternakan

Pengembangan Peternakan Integratif Berbasis Kewilayahan

Oleh: Suharyanto

Disadari atau tidak, sub sektor peternakan memiliki peranan yang strategis dalam kehidupan perekonomian dan pembangunan sumberdaya manusia Indonesia. Peranan ini dapat dilihat dari fungsi produk peternakan sebagai penyedia protein hewani yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia. Oleh karenanya tidak mengherankan bila produk-produk peternakan disebut sebagai bahan ”pembangun” dalam kehidupan ini. Selain itu, secara hipotetis, peningkatan kesejahteraan masyarakat akan diikuti dengan peningkatan konsumsi produk-produk peternakan, yang dengan demikian maka turut menggerakan perekonomian pada sub sektor peternakan. Dan, pada kenyataannya konsumsi produk peternakan (terutama daging) di Indonesia cenderung meningkat. Konsumsi daging tahun 2000 hingga 2004 masing-masing berturut-turut adalah 1,25, 1,2, 1,29, 1,37 dan 1,36 juta ekor (Deptan, 2005). Hal ini selaras juga dengan hasil pandangan Delgado et al. (1999) bahwa di negara-negara berkembangan terdapat kecenderungan peningkatan konsumsi produk peternakan.

 Pembangunan peternakan pada dasarnya urgen untuk dilakukan karena sub sektor ini memiliki peranan yang strategis bagi bangsa Indonesia. Peranan strategis ini setidaknya dapat dilihat pada 4 (empat) hal. Pertama, sub sektor ini diharapkan memperbaiki/meningkatkan konsumsi dan distribusi gizi (baca: protein) hewani. Kedua, untuk meningkatkan pendapatan petani/peternak yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani dan masyarakat. Ketiga, sebagai efek pengganda (multiplier effect) dari peningkatan nilai dan volume serta nilai tambah, yaitu dalam bentuk kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) ataupun pajak untuk negara. Dan yang keempat, bahwa menurut Delgado et. al. (1999) dewasa ini secara global sedang terjadi peningkatan konsumsi produk-produk peternakan yang justru terjadi di negara-negara sedang berkembang dimana peningkatan ini tidak diimbangi dengan produksi yang memadai sehingga impor merupakan salah satu cara memenuhi kebutuhan tersebut. download!!

2 Comments

Filed under Artikel Peternakan

Ayam Kampung, Permasalahan dan Harapan

 Oleh Suharyanto

(Staf Pengajar Program Studi Produksi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, ditulis pertamkali pada 7 April 2000).  

           

ayam pelung

           Dunia perunggasan nasional dalam gejolak.  Demikianlah kalimat yang mungkin tepat untuk menggambarkan bagaimana situasi perunggasan kita saat ini yang seiring dengan krisis ekonomi yang tiada menentu.  Gejolak perunggasan –yang dalam hal ini adalah per-’ayam’-an, cukup rumit untuk ditelusuri bagai mengurai benang kusut.  Mulai fluktuasi harga broiler, produksi DOC yang (sekarang) kekurangan, harga pakan yang relatif tinggi, belum harmonisnya hubungan antara peternak kecil dan besar, dan berbagai permasalahan lainnya cukup membuat “resah” perekonomian nasional dan bikin “pusing” para penentu kebijaksanaan.

Continue reading

29 Comments

Filed under Artikel Peternakan

PENGEMBANGAN SISTEM INTEGRASI SAPI – PERKEBUNAN SEBAGAI UPAYA PEMBANGUNAN PETERNAKAN SAPI MENUJU SWASEMBADA DAGING 2010

PETERNAKAN DAN KETERSEDIAAN DAGING 

                Pembangunan peternakan merupakan bagian dari pembangunan pertanian dalam arti luas.  Dengan adanya reorientasi kebijakan pembangunan sebagaimana tertuang dalam program RPPK (Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) maka pembangunan pertanian perlu melakukan pendekatan yang menyeluruh dan integratif dengan sub sektor yang lain dalam naungan sektor pertanian.  Hal ini semakin penting untuk dilakukan apabila dikaitkan dengan program swasembada daging tahun 2010.  download!!!

5 Comments

Filed under Artikel Peternakan