November 10, 2008
Tulisan kali ini merupakan tanggapan atas artikel yang ditulis oleh tim sentral ternak pada situs web-nya: http://www.sentralternak.com. Pada web tersebut admin menulis perlunya melindungi ternak asli Indonesia. Saya sangat tertarik dengan artikel tersebut. Kemudian saya tanggapi di web tersebut pula. Namun demikian, saya merasa perlu untuk menampilkannya juga di sini.
Berikut ini adalah artikel dari http://www.sentralternak.com yang dirilis 7 Oktober 2008: Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Artikel Peternakan | Tagged: indegenous animal, pembangunan peternakan, Perkebunan Kelapa Sawit, pertanian lestari, populasi ternak kerbau, populasi ternak ruminansia, populasi ternak sapi, sistem sosial budaya masyarakat, ternak indonesia, ternak lokal |
Permalink
Posted by suharyanto
March 13, 2008
Oleh: Suharyanto
Akhir-akhir ini isu ketahanan pangan kembali menyeruak ketika Indonesia dilanda bencana alam berkepanjangan sehingga meluluhlantakkan daerah-daerah lumbung pangan seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gejolak kerawanan pangan semakin mengemuka ketika harga kedelai melambung tinggi hingga tak terjangkau oleh produsen tempe dan tahu serta kecap. Mengapa produksi tempe dan tahu goyah? Karena bahan bakunya impor. Ini menandakan bahwa kita masih rawan pangan. Read the rest of this entry »
4 Comments |
Artikel Peternakan | Tagged: bahan bakar, biofuel, feed, food, fuel, industri peternakan, jagung, kedelai, ketahanan pakan, ketahanan pangan, krisis pakan, krisis pangan, pakan, pangan, peternakan |
Permalink
Posted by suharyanto
January 4, 2008
Oleh: Suharyanto
Disadari atau tidak, sub sektor peternakan memiliki peranan penting dalam kehidupan dan pembangunan sumberdaya manusia Indonesia. Peranan ini dapat dilihat dari fungsi produk peternakan sebagai penyedia protein hewani yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia. Oleh karenanya tidak mengherankan bila produk-produk peternakan disebut sebagai bahan ”pembangun” dalam kehidupan ini. Selain itu, secara hipotetis, peningkatan kesejahteraan masyarakat akan diikuti dengan peningkatan konsumsi produk-produk peternakan, yang dengan demikian maka turut menggerakan perekonomian pada sub sektor peternakan.
Namun demikian, kenyataannya menunjukkan bahwa konsumsi produk peternakan masyarakat Indonesia masih rendah. Padahal, menurut Husodo (2007) bahwa abad ini merupakan abad pertarungan talenta, yaitu abad yang penuh dengan persaingan dan pertarungan ketat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang membutuhkan talenta kuat. Untuk memenangkan pertarungan ini maka dibutuhkan manusia-manusia cerdas dan kuat. Hal ini bisa penuhi dengan konsumsi protein hewani yang memadai. Rata-rata konsumsi protein hewani baru 4,19 gram/kapita/hari. Menurut Direktorat Jendral Peternakan (2006), rata-rata konsumsi pangan hewani daging, susu dan telur masyarakat Indonesia adalah 4,1; 1,8 dan 0,3 gram/kapita/hari. Angka konsumsi ini masih rendah bila dibandingkan dengan standar minimal konsumsi protein hewani yang ditetapkan oleh FAO, yaitu 6 gram/kapita/hari atau setara dengan konsumsi 10,3 kg daging/kapita/tahun, 6,5 gram telur/kapita/tahun dan 7,2 kg susu/kapita/tahun. Read the rest of this entry »
3 Comments |
Artikel Peternakan | Tagged: daging, peternakan, swasembada |
Permalink
Posted by suharyanto
December 8, 2007
Oleh: Suharyanto
Disadari atau tidak, sub sektor peternakan memiliki peranan yang strategis dalam kehidupan perekonomian dan pembangunan sumberdaya manusia Indonesia. Peranan ini dapat dilihat dari fungsi produk peternakan sebagai penyedia protein hewani yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia. Oleh karenanya tidak mengherankan bila produk-produk peternakan disebut sebagai bahan ”pembangun” dalam kehidupan ini. Selain itu, secara hipotetis, peningkatan kesejahteraan masyarakat akan diikuti dengan peningkatan konsumsi produk-produk peternakan, yang dengan demikian maka turut menggerakan perekonomian pada sub sektor peternakan. Dan, pada kenyataannya konsumsi produk peternakan (terutama daging) di Indonesia cenderung meningkat. Konsumsi daging tahun 2000 hingga 2004 masing-masing berturut-turut adalah 1,25, 1,2, 1,29, 1,37 dan 1,36 juta ekor (Deptan, 2005). Hal ini selaras juga dengan hasil pandangan Delgado et al. (1999) bahwa di negara-negara berkembangan terdapat kecenderungan peningkatan konsumsi produk peternakan.
Pembangunan peternakan pada dasarnya urgen untuk dilakukan karena sub sektor ini memiliki peranan yang strategis bagi bangsa Indonesia. Peranan strategis ini setidaknya dapat dilihat pada 4 (empat) hal. Pertama, sub sektor ini diharapkan memperbaiki/meningkatkan konsumsi dan distribusi gizi (baca: protein) hewani. Kedua, untuk meningkatkan pendapatan petani/peternak yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani dan masyarakat. Ketiga, sebagai efek pengganda (multiplier effect) dari peningkatan nilai dan volume serta nilai tambah, yaitu dalam bentuk kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) ataupun pajak untuk negara. Dan yang keempat, bahwa menurut Delgado et. al. (1999) dewasa ini secara global sedang terjadi peningkatan konsumsi produk-produk peternakan yang justru terjadi di negara-negara sedang berkembang dimana peningkatan ini tidak diimbangi dengan produksi yang memadai sehingga impor merupakan salah satu cara memenuhi kebutuhan tersebut. download!!
1 Comment |
Artikel Peternakan | Tagged: Bengkulu, integrasi, kewilayahan, perkebunan, peternakan, sapi, sawit |
Permalink
Posted by suharyanto
December 3, 2007
Oleh Suharyanto
(Staf Pengajar Program Studi Produksi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, ditulis pertamkali pada 7 April 2000).

Dunia perunggasan nasional dalam gejolak. Demikianlah kalimat yang mungkin tepat untuk menggambarkan bagaimana situasi perunggasan kita saat ini yang seiring dengan krisis ekonomi yang tiada menentu. Gejolak perunggasan –yang dalam hal ini adalah per-’ayam’-an, cukup rumit untuk ditelusuri bagai mengurai benang kusut. Mulai fluktuasi harga broiler, produksi DOC yang (sekarang) kekurangan, harga pakan yang relatif tinggi, belum harmonisnya hubungan antara peternak kecil dan besar, dan berbagai permasalahan lainnya cukup membuat “resah” perekonomian nasional dan bikin “pusing” para penentu kebijaksanaan.
Read the rest of this entry »
14 Comments |
Artikel Peternakan | Tagged: ayam, ayam kampung, unggas |
Permalink
Posted by suharyanto
December 3, 2007
PETERNAKAN DAN KETERSEDIAAN DAGING
Pembangunan peternakan merupakan bagian dari pembangunan pertanian dalam arti luas. Dengan adanya reorientasi kebijakan pembangunan sebagaimana tertuang dalam program RPPK (Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) maka pembangunan pertanian perlu melakukan pendekatan yang menyeluruh dan integratif dengan sub sektor yang lain dalam naungan sektor pertanian. Hal ini semakin penting untuk dilakukan apabila dikaitkan dengan program swasembada daging tahun 2010. download!!!
3 Comments |
Artikel Peternakan | Tagged: Bengkulu, integrasi, perkebunan, sapi, sistem integrasi sapi-perkebunan |
Permalink
Posted by suharyanto