Tuhan dan Korupsi

Oleh : Suharyanto

Alkisah, seorang teolog memberikan kuliah pada beberapa siswanya. Seperti biasanya, materi kuliah masih seputar tentang Tuhan. “Tuhan” kata sang teolog, “adalah konsep yang tidak terdefinisikan”. Masih menurut sang teolog, karena tak terdefinisikan maka kita tidak bisa memberi gambaran tentang Tuhan. Sekali kita memberikan gambaran tentang Tuhan maka kita telah menurunkan derajat ketuhanan-Nya. “Tuhan menjadi apa yang dipikirkan”. Meskipun demikian, kehadiran Tuhan bisa dirasakan. Bukti keberadaan Tuhan bisa dirasakan dari fenomena-fenomena kehidupan ini. Kata sang teolog, berbagai temuan ilmiah menunjukkan bahwa alam semesta ini pasti ada yang menciptakan. Yang menciptakan inilah yang dinamakan dengan “Tuhan”.

Demikianlah seingkatnya kuliah dari sang teolog mengenai Tuhan. Tuhan itu tidak bisa dilihat, tidak bisa diraba, tidak bisa dipegang dan tidak bisa diverifikasi secara inderawi. Keberadaan Tuhan bisa jauh dan bisa juga dekat, malah bisa lebih dekat dibanding urat leher kita sendiri. Keberadaan Tuhan hanya bisa dirasakan efek dan fenomena akan adanya Tuhan. Menjelaskan keadaan ini kepada orang awam sering diibaratkan dengan udara. Membuktikan keberadaan udara tidaklah bisa dilihat, tidak bisa dipegang dan digenggam begitu saja. Tetapi keberadaan udara bisa dibuktikan dengan adanya fenomena dan efek adanya pepohonan, dahan, ranting dan dedaunan yang bergerak-gerak. Pergerakan ini disebabkan oleh adanya angin. Nah, adanya udara hanya bisa dirasakan melalui efek dan fenomena tersebut.

Membuktikan keberadaan Tuhan dapat dilakukan melalui berbagai macam pendekatan. Pendekatan yang lazim digunakan adalah pendekatan agama. Agama merupakan jalan mengetahui adanya Tuhan. Melalui ajaran agama, hukum-hukum tentang Tuhan akan diplejari dan harus ditempuh untuk “mendapatkan” Tuhan. Pendekatan lainnya adalah melalui filsafat. Sebagian filsafat mencurahkan tentang hakikat alam semesta, kehidupan dan Tuhan. Para filosof berakhir pada adanya “sesuatu” yang serba “maha” yang kemudian ditangkap sebagai Tuhan. Cara lain untuk mendapatkan Tuhan adalah dengan pendekatan ilmu pengetahun. Berbagai hasil temuan ilmiah menunjukkan adanya “Tuhan”. Bahkan Einstein mencapai pada suatu kesimpulan yang cukup terkenal: ilmu tanpa agama adalah buta dan agama tanpa ilmu adalah kebodohan”. Pendek kata, dengan melalui berbagai pendekatan maka bukti adanya Tuhan akan ditemui karena memang Tuhan itu ada.

Demikian halnya fenomena Tuhan di atas dengan fenomena korupsi di Indonesia. Meskipun korupsi di Indonesia adalah benar-benar ada, tetapi sulit dilakukan pembuktian keberadaannya. Sulitnya ini bukan karena tidak ada cara pendekatan untuk membuktikannya, melainkan kemauan untuk membuktikannya itu yang lemah. Makanya wajar bila sampai saat ini korupsi masih selalui tumbuh karena tidak pernah diungkap. Korupsi mengalir deras di setiap jengkal bumi Indonesia. Mengalir sampai jauh bagaikan Bengawan Solo. Lihat saja kasus BLBI, uangnya mengalir kemana-mana hingga ke meja dan kantong anggota dewan. Ini hanya salah satu kasus dan masih demikian banyak kasus korupsi yang tidak terungkap walaupun aromanya sudah menyebar kemana-mana.

Itulah fenomena korupsi di tanah air. Gejalanya demikian jelas ada tetapi tidak bisa diverifikasi keberadaannya karena semua orang telah menjadi “ateis” sehingga tidak perlu membuktikan adanya Tuhan (baca: korupsi). []

Dimuat pada kolom harian Bengkulu Ekspress hari Jumat 29 Ferbuari 2008.

1 Comment

Filed under Artikel Umum

One response to “Tuhan dan Korupsi

  1. Everything is very open with a precise clarification of the issues.
    It was really informative. Your site is very useful.
    Many thanks for sharing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s