“New Lingua Franca”

Oleh : Suharyanto

 

                Beruntung bangsa Indonesia, jauh sebelum terbentuk negara ini telah memiliki bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Jika dibuka buku-buku pelajaran SMP hingga SMA maka masih jelas terlihat bahwa salah satu alasan mengapa menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional karena bahasa ini (yang berakar dari bahasa Melayu) telah berkembang menjadi lingua franca di seantero nusantara (dari Madagaskar hingga Fiji). Wal hasil bahasa ini sangat diterima oleh semua penduduk serantau.

                Lingua franca berarti sebagai bahasa yang telah berkembang luas dan menjadi penghantar berkomunikasi antar dan inter komunitas. Pendek kata sebagai bahasa pergaulan yang membuat masing-masing pihak tahu sama tahu. Sekarang lingua franca masyarakat dunia adalah bahasa Inggris, entah apa alasannya sehingga bahasa ini menjadi lingua franca dunia bahkan telah menjadi tolak ukur kemajuan suatu pendidikan dan kecerdasan manusia yang bukan berbahasa Inggris. Orang akan dianggap cerdas, maju, modern (padahal, western tepatnya!) dan terlihat lebih “civilized” (wah, rasanya modern sekali menggunakan: “civilized” daripada kata “beradab”) bila bisa berbicara cas cis cus dengan dialek Inggris laksana Cinta Laura lagi “ngomong” di depan infotainmen.

                Sekedar mencoba menduga, mengapa sesuatu menjadi lingua franca adalah karena sesuatu itu tumbuh dan berkembang pada kondisi yang cocok. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang di media yang mendukung saat itu bahwa dalam berkomunikasi antar komunitas dan budaya bahasa ini memberi kemudahan untuk sama-sama saling dimengerti, lugas, tanpa strata penutur dan sederhana. Makanya masyarakat serantau memandang perlu menggunakan bahasa Indonesia (Melayu) untuk mengungkapkan gagasannya kepada pihak lain yang berbeda budaya, sosial dan komunitas. Demikian halnya dengan bahjasa Inggris. Bahasa ini tumbuh dan berkembang pada saat ilmu pengetahuan dan teknologi tumbuh dan berkembang pesat. Bahasa Inggris menjadi pengantar pergaulan masyarakat dunia karena ada supremasi science and technology. Pada masanya dulu, bahasa Yunani dan Arab juga berkembang pesat sebagai lingua franca mengikuti supremasi ilmu dan filsafat Yunani, ilmu, filsafat dan agama orang Arab (Islam).

                Mungkin juga, sekarang ini bahasa Mandarin tengah berkembang pesat di tengah-tengah supremasi ekonomi China. Sekarang ini perekonomian China tengah menggeliat dengan pertumbuhan yang spektakuler hingga di atas 10%. Jika dulu para pengkaji ketimuran (orientalis) melihat dunia Timur adalah Arab-Islam maka sekarang ini bila melihat Timur adalah China (Mandarin). Bahasa Mandarin telah menjadi lingua franca ekonomi. Tak pelak lagi Perdana Menteri Australia (Kevin Rudd) selain fasih berbahasa Mandarin juga menggalakkan kehangatan hubungan dengan China.

                Demikianlah, lingua franca berkembang bila didukung “media tumbuh” yang mendukung. Di negeri yang tengah tumbuh dan berkembang budaya korupsi, baha “pengantar” yang berkembang juga bahasa koruptor. Berbagai komunitas yang terkait dengan korupsi misalnya koruptornya, jaksa, hakim dan polisi tengah mengembangkan media komunikasi yang efektif supaya tahu sama tahu. Itulah suap menyuap. Suap berkembang menjadi “new lingua franca” bagi mereka demi tercapai kesepakatan. Suap menjadi bahasa pergaulan mereka dari komunitas yang berbeda. Bila ada suap maka semua tahu sama tahu maka maksud hati, ide, gagasan masing-masing pihak terkait korupsi bisa diselesaikan dan aman-aman saja. Tak heran bila “suap” berubah menjadi perniagaan permata, penuntut umum menjadi penjual perkara dan sebagainya. Inilah sedikit contoh kosakata dari bahasa “suap”[]

 

Dimuat pada Harian Bengkulu Ekspress, Jumat 4 April 2008.

7 Comments

Filed under Artikel Umum

7 responses to ““New Lingua Franca”

  1. intan

    Halo pak suharyanto saya mau tanya, apakah bahasa pengantar yang di gunakan dalam suatu daerah juga bisa di katakan lingua franca?

  2. Orang dusun, trimo kasih lah bekunjung kek baco-baco tulusan sayo. Iyo, itu bukan maksud ndak mbahas apo tu lingua franca, tp sekedar istilah dalam tanda kutip.

  3. Pingback: Lingua Franca | thisismesoson

  4. orang dusun

    Ai tekicu nian awak ko. Tadi sayo sangko artikel ko nak mbahas lingua franca baru, dalam arti nian-nian, (seniane kalu kecek orang Lembak tu), dak tau ujung2nyo nak nombak (benar ejaannyo n o m b a k, kerno pakai tombak, bukan bedil) sasaran berupo lingua franca para koruptor, khususnyo di dunia peradilan. Jadi iko new lingua franca dalam tando kutip yo dak? Padahal sayo tadi dengan penasaran tinggi nak tau apo gerangan lingua franca baru ko ruponyo?
    Salam, orang dusun.

  5. 😀 yeah! topik ini benar2 MAK NYUSS

  6. tq dah bahas hal ni,,sangat mbantu saya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s