Menciptakan Lambang Baru

Oleh: Suharyanto

 

                Manusia merupakan makhluk lambang. Sejak diciptakan, manusia sudah dibekali mengenal lambang untuk mengelola alam semesta ini. Dalam bahasa agama, sering kita mendengar bahwa ketika Allah hendak menciptakan manusia maka dengan serta merta malaikat protes karena dikhawatirkan akan melakukan kerusakan dahsyat di muka bumi. Kerusakan akan dilakukan karena kebodohan manusia. Tetapi untuk menepis kekhawatiran malaikat, Allah membekali manusia dengan kemampuan mengenali lambang-lambang yang ada. Dan ketika diuji, manusia pertama mampu mengenali lambang-lambang itu dengan gemilang tanda mampu menguasai alam semesta dengan baik. Demikianlah sekelumit asal usul manusia sebagai makhluk lambang.

                Karena sebagai makhluk lambang maka manusia juga merupakan makhluk simbolik, makhluk yang mengenali sesuatu dengan simbol-simbol. Dalam mengenali fenomena alam, manusia membutuhkan penyebutan, lambang. Untuk membedakan jenis satu dengan jenis lainnya juga membutuhkan penyebutan, lambang. Demikian seterusnya hingga untuk membedakan suatu identitas maka dibutuhkan juga perlambang tertentu. Dan dalam perjalanan evolusi sosial budaya, manusia juga tetap mempergunakan simbol atau lambang untuk mengidentifikasi sesuatu yang dimaksudkan. Maka dari sinilah lahir ilmu pengetahuan. Bahkan manusia modernpun masih menggunakan simbol-simbol sebagai identifikasi. Karena hal yang diidentifikasi ini semakin kompleks maka lahirlah ilmu pengetahuan yang juga semakin kompleks dan bahkan terspesialisasi.

Ilmu pengetahuan inilah sebenarnya yang dimaksudkan dengan simbol atau perlambang itu. Dengan ilmu pengetahuan maka kita mampu mengelola alam semesta yang diamanatkan oleh Allah di muka bumi. Manusia sudah dibekali akal untuk mampu menyingkap perlambang dan menamakannya dengan lambang juga kemudian lambang ini digunakan demi kesejahteraan umat manusia. Perlambang (ayat, alamat, kalimat) sebenarnya sudah ditaburkan Allah di alam semesta ini dan manusia tinggal bagaimana menghimpunnya kembali. Jadi dengan ilmu pengetahuan inilah manusia mencari kembali (baca: research) untuk mendapati ilmu pengetahuan lagi. Demikianlah saling berkesinambungan. Dari satu pijakan ilmu ditemukan ilmu baru dan begitu seterusnya. Maka, dari sini, penelitian atau penyelidikan atau riset tak lain dan tak bukan hanyalah upaya “mencari kembali” (sekali lagi baca: research) khasanah lambang atau ilmu pegetahuan yang dahulu pernah ditaburkan oleh Allah di alam semesta ini.

Ketika upaya pencarian kembali berhasil menemukan khasanah yang dahulu ditaburkan oleh Allah maka dihimpunlah dalam suatu kumpulan jenis ilmu pengatahuan. Maka lahirlah Ilmu kedokteran, biologi, pertanian dan lain sebagainya. Inipun masih dikelompokkan lagi ke dalam sub-sub yang lebih kecil lagi. Kemudian dari adanya himpunan ilmu pengetahuan ini maka digunakan untuk memakmurkan alam semesta, untuk kesejahteraan hidup umat manusia, mengelola alam semesta, untuk membangun daerah, negara dan lain sebagainya.

Lambang adalah ilmu pengetahuan itu sendiri. Jadi dibutuhkan “mencari kembali” melalui lambang-lambang. Kita memerlukan penelitian, penyelidikan, riset dan lain sebagainya untuk menyingkap tabir lambang. Inilah yang seharusnya kita lakukan, bukan sekedar mengubah lambang suatu daerah tanpa memiliki pengaruh substantif bagi kesejahteraan warganya.[]

 

Dimuat pada kolom Jumat 11 April 2008 di harian Bengkulu Ekspress.

3 Comments

Filed under Artikel Umum

3 responses to “Menciptakan Lambang Baru

  1. suharyanto

    Salam kenal juga, terima kasih. Blog anda juga seru…

  2. salam kenal akh,,, blog nya seru euy,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s