Atas Nama Petani

 

Oleh: Suharyanto

 

          Belakangan ini sedang marak di Bengkulu tentang nasib petani. Petani di Indonesia pada umumnya dan di Bengkulu khususnya adalah kelompoki masyarakat mayoritas yang tertindas. Tertindas di sini dalam arti yang sangat luas. Petani-petani kita adalah orang-orang yang tidak memiliki kekuatan (baca: akses) apapun untuk memberdayakan dirinya meskipun petani bisa melakukannya. Ketiadaan kekuatan untuk memberdayakan ini jelas terlihat dari berbagai kebijakan yang belum memihak kepada petani ditambah lagi dengan adanya pelaksanaan kebijakan yang banyak penyimpangannya.

          Mari kita lihat bentuk-bentuk ketertindasan petani. Pertama, petani tidak memiliki daya tawar sedikitpun terhadap hasil pertaniannya. Setiap kali ada hasil panen, petani mengalami kerugian karena harga langsung anjlok. Seakan-akan mekanisme pasar betul-betul menghukum para petani. Hukum pasar yang berbunyi ”ketika jumlah barang meningkat maka harga akan turun” benar-benar merupakan contoh nyata betapa kejamnya kita, manusia yang tidak ”mengatasi” hukum itu. Tidak ada kebijakan untuk hal ini. Sekalipun ada semua adalah dalam nuansa eksploitasi kelemahan petani.

          Kedua, petani tidak memiliki akses terhadap sumber-sumber produksi dan pasar secara bebas dan berkeadilan. Contohnya adalah bibit unggul dan pupuk. Petani begitu sulit mendapatkan bibit unggul untuk pertaniannya. Untuk mendapatkan bibit unggul, petani harus menempuh berliku-liku jalan dan tak jarang sering kena tiu oleh oknum jahat yang memanfaatkan kelemahan petani.

Demikian halnya dengan pupuk. Pupuk, selain mahal juga sulit didapati. Banyak pupuk diproduksi tetapi tidak sampai ke tangan petani yang yang membutuhkannya. Justru pupuk subsidi masuk ke perusahaan pertanian raksasa yang juga telah meluluhlantakkan petani kecil. Banyak juga okjum jahat yang bermain pupuk ini. Praktis petani tidak pernah dapat pupuk dengan harga memadai dan kalaupun dapat pupuk tetapi dengan harga tinggi atau pupuk palsu. Kasian, deh!

Melihat kelemahan mendasar di atas, maka lahirlah upaya-upaya ”pemberdayaan” yang sebenarnya bermakna eksploitasi kelemahan petani untuk kepentingan golongan tertentu. Bagi pemerintah, kelemahan petani menjadi lahan untuk menumbuhkan program pemberdayaan petani melalui berbagai paket proyek. Di sini pemerintah tentu saja atas nama petani sedang mengupayakan perbaikan nasib petani mulai dari bimbingan teknis pertanian (padahal petani sudah pandai), introduksi sistem pertanian modern, penyediaan bibit unggul dan sebagainya. Celakanya, oknum jahat bergerak dengan nalar eksploitatif sehingga penyelewengan tak terhindarkan. Akhirnya petani bukan yang mendapat keuntungan, melainkan ketertindasan.

Melihat kondisi tersebut muncullah solidaritas pemberdayaan petani oleh ”volunter” untuk secara bersama-sama memberdayakan petani. Lahirlah advokasi-advokasi bagi petani. Tak jarang oknum jahat di sini juga bermain. Jika sebelumnya oknum jahat berbaju birokrat, sekarang berbaju volunter. Para oknum jahat ini tentu saja akan ”mengatasnakaman” petani untuk mendapatkan proyek ”pemberdayaan”. Jadi ujung-ujungnya lahirnya proyeksisasi atas nama petani. Meskipun demikian, tidak sedikit para ”volunter” yang bekerja secara sungguh-sungguh demi perbaikan nasib petani kita.

Begitulah, petani kita.[]

 

Bengkulu Ekspress, Jumat 31 Oktober 2008

4 Comments

Filed under Artikel Umum

4 responses to “Atas Nama Petani

  1. pemuliaan07

    Sebenarnya ini cuma permainan pola pikir, peperangan pola pikir, peperangan konsep demi sekelumpit orang yang cuma mau bilang kami benar. Berdiri di sekitar sekelompok orang yang jongkok itu memuaskan. Korupsi, penyalahgunaan wewenang, atau dalam kontks umum berbuat salah tapi mendapat pengakuan benar itu menyenangkan. Itulah yang dialami elit politis di negeri tercinta INDONESIA RAYA, apa bisa tahan?

    Petani, mayoritas manusia di indonesia yang bodoh, jelek, mudah ditipu, kaum bawah. Itulah wajah ekspresi dari pengertian khalayak ramai di negeri tercinta ini. Dilihat dari kondisi peminat belajar ilmu pertanian yang semakin decreasable tiap tahun.

    Tapi berkat perjuangan, berdasarkan mimpi ke arah yang visioner. Indonesia pada dasarnya adalah negara agraris. Mau apa lagi orang indonesia ini?

    Dewasa ini, mau dirubah jadi negara industri? Riskan global warming. Mau dirubah jadi negara IT? Rawan pornografi.

    Indonesia Raya, sukses saat Sriwijaya, dan Nuantaranya Majapahit. How Great?

    Perubahan Indonesia harus sejalan dengan Sumber Daya yang ada di Negara Tercinta ini. Change be exellent. Perubahan ini buat negara tercinta.

    Petani dimakan pasar ? itu pertanian pangan pada umumnya, bagaimana petani Anthurium? How Great!
    omzet 1M setahun, bahkan lebih besar lagi.

    Budaya kapitalisme mengancam bangsa ini. Budaya konsumerisme negatif mengancam bangsa ini. Globalisasi ke arah kapitalisasi membunuh negara ini.

    Krisis finansial global yang dialami amerika, menakjubkan efek dari kapitalisme ini!. Bagaimana jadinya dengan imbasnya Indonesia dengan pasar bebas? salah siapa mau dikendalikan paham asing.

    Paham ekonomi Islam, mau meracuni bangsa ini. Seakan-akan jadi dokter spesialis , yang sebenarnya pembunuh.

    Indonesia Raya punya Pancasila, demokrasi kerakyatan. dimana hal itu sekarang? Budaya asing dapat meracuni bangsa ini. Tegakkan Pancasila di tengah-tengah bangsaku! Tegakkan Nusantaranya Majapahit!!!

    Seruanku bagi petani Indonesia Raya, angkat cangkulmu, bekerja giatlah!! buat perubahan pada anak cucumu!!!

    Indonesia harus diganti rezim pertanian, karena hanya budaya agraris dan maritim yang dapat mengembalikan kegagahan majapahit.

    Oleh: Bagus Herwibawa

  2. He he he… Bengkulu ko kini lagi panas:
    1. Rajo Bkl jadi tersangka. Apo lagi besan Rajo Besak lah dijadikan tersangka, artinyo semakin terepit ajo dari bandul hukum yang semakin tidak menguntungkan.
    2. Kerno tejepit mako cari cari lah alasan.
    3. Kini ko banyak nian demo petani: ado yang ndemo pentolan LSM terus ado ugo yang ndemo Rajo. Entahlah petani nian apo idak tobo yang demo tu… he he he…
    4. Kasus pilwakot: Chalik menang atas dugaan mani politik Kanedy. Kini bola panas ado di KPU Kota kek DPRD Kota.
    5. Dispendagate masih jugo
    6. Kini ado Tuyul nyetor duit 3 M pulo….
    7. Masalah mutasi peabat kota…
    Ah.. pokoknyo tepening mikir ulah tobo-tobo tu. Masyarakat kini ko lah raso-raso idak perlu ado pemimpin lah samo bae… malah ado pemimpin raso tambah saro…

    Oh, yuo…jalan-alan di kota bkl ko lah cak jalan ke kebun bae……

    Aneh-aneh kerjo tobo2 tu….

    Kalu kek centeng pasti takutlah…. kalu ado centeng aku lari bae… he he he….

  3. yansenbengkulu

    He..eh, cak-nyo lebih mantap wordpress ko. Idak sayo update lagi blogspotnyo, di WordPress ajo.

    Idak apo2, idak dimuek kek RB jugo idak apo2. Kalu kato Alfan Alfian tuh, penulis lepas tuh idak berdaulat atas tulisannyo..he..he…No worries.

    Weleh-weleh, sibuk nian cak-nyo ko. Banyak proyek bentuknyo ko…Ati-ati ngecek tobo-to di ate tu, dicari kek centeng2 tobo tu kelak..he..he.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s