Warna Kulit Obama

obama1Oleh: Suharyanto

Tak pelak lagi, kini Obama terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS). Selama ini, semasa kampanye kita warga Indonesia dan bahkan dunia serasa memiliki kehadiran sosok Obama. Suasana batin kebanyakan penduduk dunia berpihak kepada Obama. Maka, tak heran bila pernah suatu ketika ada yang mengatakan seandainya warga dunia berhak memilih antara Obama vs McCain, pastilah Obama menang telak. Dan kenyataannya Obama telah menang telak di pilpres AS 4 November kemarin.

Banyak analisis tentang Obama ketika masa kampanye hingga saat ini setelah terpilih. Salah satu hal yang menarik dan sering ditulis dan dibicarakan adalah bahwa Obama berkulit hitam. Ketika masa kampanye, orang mengatakan bahwa bila Barach Hussein Obama menang, maka dialah orang kulit hitam pertama yang menjadi presiden AS. Dan kini pembicaraannya menjadi: Obama adalah presiden AS berkulit hitam yang pertama dalam sejarah. Karena “berkulit hitam” inilah ada sebagian (tadinya) menyangsikan dia akan memenangi pemilihan presiden dengan berbagai argumen dan analisis. Meskipun kemudian, si “kulit hitam” ini memenanginya.

Hal yang menarik adalah, mengapa Obama disebut sebagai berkulit hitam? Benarkah Obama berkulit hitam? Memang benar bahwa ayah kandung Obama berkulit hitam Kenya (Negara di Afrika). Tetapi, apakah orang-orang tidak melihat bahwa ibu kandung Obama dan kakek-nenek dari Ibu Obama adalah berkulit putih? Dan, jika kita lihat di TV dan di gambar tentunya, warna kulit Obama tidaklah hitam seperti orang Kenya dan Afrika pada umumnya. Mengapa tidak dikatakan saja Obama berkulit campuran, toh ayahnya berkulit hitam dan ibunya berkulit putih. Apakah karena bapaknya berkulit hitam maka anaknya dikatakan sebagai berkulit hitam? Jika demikian maka seandainya ayah Obama berkulit putih dan ibunya berkulit hitam kemudian Obama menjadi berkulit putih? Mengapa tidak kita katakan Obama berkulit putih karena ibunya berkulit putih. Apakah umat manusia melihat keturunan dari garis ayah? Sehingga status ras, etnik, sosial, dan lain-lain mengikuti ayahnya? Jika demikian maka warga dunia tanpa menyadari telah menyatakan kesetujuannya bahwa laki-laki adalah penentu silsilah.

Dalam ilmu genetika (tentang pewarisan sifat-sifat), perkawinan antara orang berkulit putih dengan berkulit hitam (negro) akan menghasilkan anak yang berkulit mulato. Pastinya, tidak berkulit hitam (negro). Nah, jika demikian mengapa orang menyebut Obama sebagai berkulit hitam?

Kiranya, ini sebagai simbol solidaritas dari kelompok yang selama ini termarjinalkan. Orang berkulit hitam di AS dan dunia merupakan kelompok ras yang kurang beruntung. Di AS saja sering terjadi diskriminasi. Apa lagi melihat AS yang kental dengan nuansa sebagai negeri orang eropa (berkulit putih), tentu dengan tampilnya sosok Obama yang berdarah campuran akan membawa solidaritas banyak pihak untuk mendukung Obama. Tentu saja ini juga ditunjukkan dengan kemampuan Obama untuk meraih dukungan dan simpati sebanyak itu. Jadi, dengan kemampuannya, si “kulit hitam” menjadi pemikat warga dunia untuk bersimpati kepadanya. D,an ini menjadi simbol solidaritas warga dunia lintas ras non kulit putih. Warga dunia sudah tidak mau “dipimpin” oleh ras kulit putih yang cenderung merasa superior dibandingkan dengan ras-ras lainnya. Walaupun sesungguhnya Obama tidaklah berkulit hitam dalam arti yang sesungguhnya, sebutan berkuli hitam baginya mengandung makna solidaritas warga dunia untuk terbebas dari “penindasan” kelompok berkulit putih.[]

Bengkulu Ekspress, Jumat & November 2008

5 Comments

Filed under Artikel Umum

5 responses to “Warna Kulit Obama

  1. That’s the point.

  2. Jelas, solidaritas warga dunia tidak akan mempengaruhi secara langsung bagi kemenangan Obama. Warga dunia tidak memiliki hak untuk memilih. Warga dunia hanya bersimpati kepada Obama dan berharap akan menang. Tentang solidaritas yang seperti ini saya kira bisa kita simak dari berbagai media. Kalau tidak salah, KOMPAS juga pernah melakukan jajak pendapat tentang dukungan warga dunia kepada Obama (sayang saya lupa edisi kapan). Sekali lagi warga dunia hanya mampu bersimpati atau solidaritas kepada Obama. Kemenangan ditentukan oleh rakyat Amerika.

    Kenapa kepada Obama? Ya, pada artikel yang anda berikan (telah saya baca), kata kuncinya adalah substansi. Saya katakan: “Tentu saja ini juga ditunjukkan dengan kemampuan Obama untuk meraih dukungan dan simpati sebanyak itu. Jadi, dengan kemampuannya, si “kulit hitam” menjadi pemikat warga dunia untuk bersimpati kepadanya”. Jadi warga dunia bersimpati kepada Obama karena kemampuannya. Warga kulit hanyalah solidaritas untuk menyatakan “melepaskan” diri dari hegemoni ras putih.

    Demikian saya kira,
    Salam

  3. Warga dunia sudah tidak mau “dipimpin” oleh ras kulit putih yang cenderung merasa superior dibandingkan dengan ras-ras lainnya. Walaupun sesungguhnya Obama tidaklah berkulit hitam dalam arti yang sesungguhnya, sebutan berkuli hitam baginya mengandung makna solidaritas warga dunia untuk terbebas dari “penindasan” kelompok berkulit putih.

    Baiklah, saya kutipkan sebagian dari paragraf terakhir yang bapak Suharyanto tuliskan itu. Saya ingin tahu analisa Anda mengenai seberapa besar peran dukungan warga dunia terhadap kemenangan Obama?

    Sebagai perbandingan, cobalah baca artikel ini untuk melihat dalam kerangka lebih luas kenapa Obama bisa mendapatkan kemenangannya.

    Cheers…😉

  4. betul, kalo dilihat pada paragraf akhir tulisan saya maka jelas. Warna kulit Obama yang saya maksud bukan warna kulit “fisik”. tepatnya ideologis, saya membahasakannya solidaritas.

    Justru itu, saya ingin mengatakan bahwa solidaritas orang terhadap Obama bukan karena dia berkulit hitam, melainkan bentuk “perlawanan” sebagian besar umat manusia terhadap sewenangan rezim kulit putih USA dengankebijakan-kebijakannya yang tidak adil bagi dunia. Nah, solidaritas ini ditunjang dengan kemampuan Obama itu sendiri.

    Memang, orang yang simpati kepada Obama tidaklah bisa berharap banyak. Obama pasti akan berhadapan dengan berbagai kepentingan di dalam negerinya.

    Finally, lihat oaragraf akhir tulisan saya. Di situ intinya. Ok.

  5. Mengapa tidak dikatakan saja Obama berkulit campuran, toh ayahnya berkulit hitam dan ibunya berkulit putih.

    Bos, warna kulit yang diangkat dalam issue ini lebih pada ideologi. Kok malah nyinyir membicarakan fisik. Ada yang berkulit campuran? Zebra kaleee….🙂

    Sebenarnya, masalah warna kulit, serta penindasaan bangsa kulit terang terhadap bangsa kulit “gelap” bisa baca di sini.

    Warga Amerika memilih Obama tidak semata karena warna kulitnya. Bukan karena aksi solidaritas bangsa kulit berwarna seluruh dunia. Orang sudah capek dengan kebijakan pemerintah yang mengabaikan prinsip-prinsip kemanusiaan, agresi yang gila-gilaan selama 8 tahun di bawah Bush yang biadab itu. Orang mulai kritis pada realitas kehidupan mereka.

    Kemenangan Obama baru beberapa hari. Kita baru hanya bisa menebak kebijakan macam apa yang akan dibuat dan dijalankan Amerika. Ada banyak aktor politik yang sepanjang sejarah mengendalikan Presiden di sana. Terlalu dini mengelu-elukan Obama saat ini. Kita lihat saja nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s