Jembatan Sungai Serut

Sungai Serut mengalir dengan tenang menuju muara (foto diambil dari atas jembatan)

Sungai Serut mengalir dengan tenang menuju muara (foto diambil dari atas jembatan)

Oleh: Suharyanto

Sekecil apapun, Bengkulu juga memiliki potensi wisata yang bila dikelola dengan baik akan mendatangkan nilai plus bagi kota dan provinsi ini. Salah satu objek wisata yang berada di Kota Bengkulu adalah kawasan pantai Jakat. Pantai ini persis berada di teluk antara daratan Pasar Bengkulu dan Pantai Tapak Paderi. Pantai ini sebenarnya lebih merupakan kawasan nelayan masyarakat Pasar Bengkulu dan sekitarnya. Semenjak dibukanya jalan lingkar luar yang menghubungkan Sungai Hitam (perbatasan Kota dengan Bengkulu Tengah hingga ke Pantai Panjang Bengkulu, kawasan ini menjadi ramai dan menarik untuk dikunjungi.

Pada saat-saat tertentu, sabtu sore, hari minggu atau hari-hari libur, kawasan lingkar luar dari Sungai Hitam hingga Pantai Panjang ramai saling sambung-menyambung, terutama di sore hari. Kali ini, saya coba tampilkan sepotong senja di seputar jembatan Sungai Serut, Bengkulu.

Jembatan Sungai Serut di suatu sore. Jembatan ini menghubungkan Pasar Bengkulu dengan Sungai Hitam.

Jembatan Sungai Serut di suatu sore. Jembatan ini menghubungkan Pasar Bengkulu dengan Sungai Hitam.

Sebuah cerita kebetulan saja saat saya jalan-jalan di sore hari di kawasan pantai di Kota Bengkulu. Saya memasuki kawasan pantai dari Pantai Panjang terus menelusuri jalan lingkar luar hingga tembus di Tapak Paderi dan terus ke Pantai Jakat hingga Jembatan Pasar Bengkulu-Sebuah jembatan yang menghubungan Pasar Bengkulu dengan Sungai Hitam. Nah, dari Jembatan ini mula pertama terinspirasi untuk menampilkan cerita yang dihiasi gambar terkait. Tentu saja apa yang saya sampaikan ini bukanlah sebuah reportase atau sejenisnya.

Dulu, jalan yang menghubungkan Kota Bengkulu dengan kawasan di utaranya melalui Pasar Bengkulu menuju Sungai Hitam melalui sebuah jembatan yang melintasi batang Sungai Serut. Jembatan lama tersebut terletak di sebelah hulu dari jembatan yang baru sekarang ini. Jembatan yang baru sekarang, selain untuk jalan penghubung, juga menjadi objek wisata. Sore itu nampak muda-mudi sedang berjajar menikmati pemandangan sore hari dari atas jembatan yang melintasi Sungai Serut. Apakah muda-mudi yang sedang asyik menikmati sore hari di atas sungai itu menyadari bahwa dari situlah nama Bengkulu terlahir, termasuk nama-nama yang menjadi legenda Bengkulu seperti Putri Gading Cempaka.

Sungai Serut, sebuah nama yang amat lekat dengan sejarah Bengkulu, yaitu kerajaan Sungai Serut. Menurut setengah cerita, dari Sungai Serut ini lahir nama yang sekarang menjadi Bengkulu. Ceritanya, ada

pembesar Kerajaan Aceh yang menyukai Putri Gading Cempaka, putri bungsu dari Raja Sungai Serut (Ratu Agung). Namun, masih

Tugu ini sebagai peringatan perjuangan pejuang Bengkulu melawan penjajah. Berdiri tegak di samping jembatan Sungai Serut.

Tugu ini sebagai peringatan perjuangan pejuang Bengkulu melawan penjajah. Tugu ini berdiri tegak di samping jembatan Sungai Serut.

menurut legenda, pihak Putri Gading Cempaka tidak berkenan sehingga terjadilah pertempuran dahsyat di sungai itu. Begitu dahsyatnya sehingga memakan korban kedua belah pihak yang amat banyak sehingga korban manusia berjajar-jajar dari muara hingga ke hulu. Banyak bangkai berhulu-hulu. Mungkin ini yang menelurkan nama Bangkahulu. Tentu saja ada teori lain yang menyebutkan tentang asal usul nama Bengkulu.

Di dekat jembatan terdapat tugu perjuangan. Sebuah tugu peringatan yang menandakan bahwa di kawasan tersebut pernah terjadi pertempuran heroik antara pejuang-pejuang Bengkulu melawan Belanda pada masa perang kemerdekaan. Semoga semangat perjuangan mereka tidak luntur tergilas oleh arus zaman. Semoga itu bukan sekedar tugu bisu yang di sebelahnya selalu ramai oleh muda-mudi (termasuk diriku) yang sekedar jalan-jalan. Justru seharusnya kita (kami) meneruskan semangat perjuangan mereka. Sungguh, ini suatu pemandangan yang ideal di mana Sungai Serut sebagai urat pangkal sejarah Bengkulu hadir, dan di sebelahnya terdapat simbol perjuangan. Dua simbol ini hendaknya diketahui dan dimaknai kembali nilai-nilai kesejarahan dan perjuangannya oleh siapapun yang melintasi dan menikmati pemandangan.[]

Bengkulu, 25 Mei 2009.

Dimuat di Bengkulu Ekspress, Jumat 29 Mei 2009.

Leave a comment

Filed under Ragam Bengkulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s