Meniti Jalan Kota

Oleh Suharyanto

Menelusuri seluk beluk Kota Bengkulu, sesungguhnya cukup mengasikkan. Sekalipun kata orang Bengkulu merupakan Kota kecil untuk ukuran ibukota sebuah provinsi, sebenarnya Kota ini memiliki kekhasan. Masing-masing kota memiliki cirri khas masing-masing. Di kota ini, hampir setiap simpang terdapat tugu. Ada tugu yang tepat di tengah-tengah persimpangan, ada pula yang tidak tepat di tengah-tengah. Peraturan memutari tugu persimpangan bagi kendaraan yang akan belok kanan menjadi kewajiban, oleh karenanya kadang cukup merepotkan bila posisi tugu tidak ada di tengah-tengah. Kadang-kadang jika hendak belok ke kanan, berhubung harus memutari bundaran (tugu) yang posisinya jauh ke arah sebelah kiri justru terasa jauh dan merepotkan. Malahan, deratan kendaraan dari posisi kita belum selesai memutari tugu, kendaraan dari simpang di sebelah kanan kita sudah lampu hijau, otomatis mereka berjalan dan akhirnya kendaraan bertemu di tengah-tengah jalan simpang. Tapi unik juga, jika dinikmati. Masing-masing kota punya proble sendiri-sendiri.

Namun demikian, karena kota kecil, maka tidaklah sampai meinmbulkan kemacetan. Suasana kota yang tenang tetap terasa. Di kota ini juga tidak ada rumah yang nyaris berbatasan langsung dengan badan jalan sebagaimana ditemui di kota-kota lain. Beberapa ruas jalan dua jalur cukup rindang oleh pepohonan kota. Hanya pada ruas dua jalur baru yang masih gersang, mungkin belum akan ditanami hijauan. Dulu ada yang coba di tanam pohon Jarak untuk menunjukkan bahwa Bengkulu peduli dengan sumber energi alternatif biodiesel sekalipun sekarang kita tidak tahu lagi kelanjutannya, tetapi pohon jara itu mati semua. Sekalipun tidak ada hijauan terbuka, kota ini masih terasa hijaunya karena memang populasi manusia dan kendaraan relatrif masih sedikit dan hijauan tanaman penduduk masih banyak. Tidak tahu beberapa puluh tahun yang akan dating. Ini musti ada perencanaan kota yang baik supaya tidak terjadi kesemerawutan kota masa depan seperti yang sekarang terjadi di kota-kota besar.

Suasana damai, sejuk, hijau dan beberapa jenis ketenangan lainnya nampaknya mulai memudar. Bukan oleh pertumbuhan kota, tapi oleh kerusakan ruas jalan kota. Jalan-jalan kota ini banyak yang bergelombang, berlubang, berkubang, aspal pecah, tinggal berkoral saja dan lain sebagainya. Debu beterbangan kian kemari terhempas oleh debutan truk-truk besar yang seharusnya tidak boleh melintasi jalan tengah kota. Sekarang juga semakin banyak ditemui lubang dan kubang jalan kota akibat tidak kuat menahan beban kendaraan besar melintas. Tak ayal lagi, protespun berdatangan dari segenap lapisan masyarakat. Tetapi nampaknya kucing-kucingan masih tetap terjadi. Malahan, ada warga yang kembali menanam pohon pisang di tengah jalan tepat pada lubang atau kubang jalan. Mereka protes dengan cara seperti itu karena melalui jalur yang semestinya tidak membuahkan hasil. Jika hal seperti ini tetap berlanjut maka di tengah-tengah jalanan kota kita akan menjadi kebun pisang. Jika musim hujan datang, tidak menutup kemungkinan kubangan di tengah jalan tak ubahnya kubangan kerbau. Apakah bentuk protresnya nanti dengan menambatkan kerbau di tengah jalan? []

Bengkulu Ekspress, Jumat 5 Juni 2009.

3 Comments

Filed under Ragam Bengkulu

3 responses to “Meniti Jalan Kota

  1. @Devitri: Salam kenal kembali. Selamat tugas belajar di “Kota pelajar” semoga dapat kembali dan menerapkan apa yang telah diperoleh selama di Kota Pelajar” tersebut.

  2. Devitrie

    Nice blog,,
    Saya asli bengkulu, tapi sekarang sedang tugas belajar di kota pelajar,, hehe,, senang bisa tetap tau hal-hal tentang bengkulu.
    Walau kata orang kota yang lain lebih hebat tapi Bengkulu kota yang ‘ngangeni’ ..

    Salam kenal pak!

  3. M.Migor Ansorias

    hai….
    q ans biasa di panggil,
    menrut q sndri se kota bengkulu bikin q penasan dan pengen banget ke sana…
    pokok nya kota bengkulu banyak sejarah nya…..
    i like Bengkulu City

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s