Bunga Rafflesia

Oleh: Suharyanto

Masyarakat Bengkulu telah mahfum bahwa Bunga Rafflesia merupakan bunga terbesar di dunia dan menjadi ikon Bengkulu dan bahkan dianggap bunga ini hanya tumbuh di daerah ini. Oleh karenanya Bengkulu kita juluki sebagai Bumi raflesia. Kita, ya kita yang menjuluki diri kita sendiri, bukan orang lain. Kondisi seperti itu bias kita mengerti karena nama Rafflesia dinisbatkan kepada Gubernur Jendral Inggris ketika masih menjajah Bengkulu di awal abad 19 yang bernama Stomford Raffles. Ketika itu, eksplorasi ilmu pengetahuan dan dunia flora di bawah Raffles cukup mendapat perhatian, konon Raffles sendiri sangat tertarik dengan bidang biologi. Nah, pada masa penjajahannya itulah ditemukan bunga oleh Dr Joseph Arnold yang merupakan tim ekspedisinya Raffles. Kemudian bunga ini kita kenal sebagai bunga Rafflesia, dengan spesies Rafflesia arnoldi, kombinasi antara Raffles dan Dr Arnlod.

Barang kali Karen ahal tersebut di atas maka kita menganggap rafflesia merupakan milik khas Bengkulu sehingga ketika ada iklan pariwisata Malaysia yang menayangkan bunga Rafflesia sempat membuat sejumlah masyarakat ingin memprotesnya. Benarkah bunga tersebut hanya ada di Bengkulu? Rafflesia itu sendiri merupakan nama genus dan terdiri dari beberapa spesies. Kebetulan yang ditemukan dan tumbuh di bumi Bengkulu adalah berspesies Rafflesia Arnoldi. Beberapa sumber menyebutkan bahwa masih banyak jenis yang lainnya yang diperkirakan mencapai 26 spesies. Juga, sebaran tumbuhnya tidak hanya di Bengkulu. Cakupan sebaran tumbuh bunga ini ada di kawasan Asia Tenggara, khususnya Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan dan Filipina. Jadi Bunga Rafflesia bukan khas hanya tumbuh di Bengkulu.

Namun demikian bukan berarti kita terus meniadakan arti ikon Rafflesia dari Bengkulu. Hal ini karena keterkaitan sejarah dan frekuensi tumbuh yang tinggi di kawasan pegunungan Bengkulu. Hanya saja, apa yang telah diupayakan oleh segenap komponen Bengkulu belum bergaung besar. Hingga kini, masih sangat banyak warga Indonesia yang belum tahu bahwa rafflesia identik dengan Bengkulu. Berbeda dengan empek-empek yang diidentikkan dengan Palembang sekalipun empek-empek bisa dijumpai dan diproduksi di kawasan lain di luar Sumatera Selatan. Bahkan dalam sebuah novel terkenal, yang berjudul Saman, karya Ayu Utami, si penulis menyebutkan bahwa bunga Rafflesia tumbuh di tanah Malaya. Mengapa tidak menyebutkan Bengkulu yang jelas Bengkulu ada di Indonesia. Apakah ini indicator bahwa promosi Rafflesia identik dengan Bengkulu belum berhasil?

Kiranya kita masih membutuhkan upaya keras untuk mengiklankan diri bahwa rafflesia itu identik dengan Bengkulu tetapi bukan dengan memarahi Malaysia yang juga menampilkan Rafflesia di iklan promosi pariwisatanya.[]

4 Comments

Filed under Ragam Bengkulu

4 responses to “Bunga Rafflesia

  1. @Joerno: Please read my post again, you’ll get the point of the article. Bengkulu was a British’s colony (about 18th century) and Sir Stomford Raffles was a head of the colonial government. When he governed Bengkulu, he found the flower which named Raflesia.

    I think we like neither British nor Netherland because both are imperialist.

    And, Thank you for your visit…

  2. Joerno

    Raflesia pun bukan nama asli Indonesia. nama pun diambil nama Inggeris. Yang harus bangga ialah Inggeris kerna walaupun Indonesia benci Inggeris dan suka Belanda tapi nama Ingeris tetap dalam ingatan dan sebutan dan rebutan. Kenapa tidak aja bunga itu dinama Bunga Bengkulu. kalo ada nama kue Bengkulu kenapa bunga tak.

  3. Sdr dija, terimakasih atas komentarnya… saya hanya ingin memberikan pandangan alternatif. Semoga bermanfaat bagi semua orang, itu harapan saya. Saya senang, anda bisa memberikan informasi tentang Sabah yang ada TK Raflesia-nya… menjadi info baru dari TANAH SANG BAYU, benar ya Sabah itu ada hubungannya dengan Bayu…

  4. dija

    pemikiran yang bagus mas… kadang2 saya heran sendiri,orang Indonesia begitu mudah terpancing.Malaysia klaim ini klaim itu,padahal gak jelas parameter klaim itu apa.akhirnya yang keluar caci maki, ganyang-ganyang, capeee deh..
    saya tinggal di malaysia, bunga ini malah jadi ikon juga untuk kota Sabah,karena bunga ini tumbuh subur dipegunungan Kinabalu.btw, sekolah TK anak saya juga namanya TK Rafflesia…apa perlu ganti nama yah takut diprotes Indonesia😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s