Tawuran Mahasiswa

Oleh: Suharyanto

Baru saja da tawuran antar mahasiswa. Betapa mengenaskan, menyedihkan dan memprihatinkan. Betapa tidak, mahasiswa sebagai orang yang terdidik justru terlibat dalam sebuah tindakan dan perilaku yang tidak beradab: tawuran. Kejadian ini memang bukanlah yang pertama, melainkan sudah yang kesekian kali dan tidak hanya terjadi di daerah ini, melainkan di daerah-daerah lain.

Mengenaskan, menyedikan, dan memperihatinkannnya adalah bahwa itu terjadi oleh para calon-calon intelektual dan di tempat dimana mereka ditempa untuk menjadi intelektual masa depan. Ada apa dengan mahasiswa?

Seringkali sebab musabab dari berbagai kerusuhan dan tawuran antar mahasiswa justru berasal dari hal-hal sepele yang seharusnya dapat diselesaikan secara arif dan rasional bagi calon-calon intelektual. Persoalan, saling ejek pada pertandingan olah raga, saling senggol, saling berebut hati lawan jenis, persaingan ini dan itu yang tidak ada hubungannya dengan perilaku akademis dan civilized. Oleh karenanya ini patut disayangkan mengapa bisa begini. Banyak hal yang semestinya dapat dilakukan oleh para mahasiswa. Justru di saat ini banyak kasus yang mengoyak hati nurani kita sebagai manusia tengah menyeruak. Ini menuntut kepekaan kita selaku orang yang konon katanya civilized, beradab, terdidik. Ini adalah batu ujian bagi nurani kita untuk melibatkan diri pada pembelaan keadilan dan hati nurani.

Berbagai kasus, baik nasional maupun daerah menuntut dorongan dan andil mahasiswa memberikan tekanan. Kasus bank century, kasus pengadilan yang tidak fair dan lain sebagainya. Semua itu membutuhkan energi positif mahasiswa untuk melibatkan diri menyelesaikannya. Karena kita tahu bahwa saluran formal yang seharusnya telah mampat. Banyak hal yang seharusnya mahasiswa dapat menyalurkan energi positifnya. Selama ini, kasus-kasus yang tengah mencuat kurang (untuk tidak mengatakan “tidak ada”) menjadi perhatian dan dukungan mahasiswa baik secara kelembagaan maupun perorangan. Inilah lahan dimana mahasiswa sebenarnya dituntut berperan sebagai kekuatan moral. Melalui kekuatan moral ini dapat menekan saluran formal yang mampat. Sayangnya kekuatan moral ini justru cidera moral akibat perilaku yang uncivilized: tawuran.

Kiranya ini adalah pekerjaan rumah bagi institusi pendidikan dimana mahasiswa itu menimba ilmu. Orientasi ulang perlu dilakukan untuk meningkatkan kepekaan dan kekuatan moralitas mahasiswa untuk mengawal hati nurani sehingga mampu melihat fenomena-fenomena sosial yang berkembang dengan jernih dan mampu menyalurkan energinya di sana. Bukan menyalurkan ke arah yang negatif (baca: tawuran).

Muatan nilai-nilai moral dan kepekaan sosial harus integratif dengan matakuliah yang diajarkan. Selain itu meningkatkan intensitas kegiatan kemahasiswaan semua kalangan atau lapisan karakter kegemaran. Jangan sampai kegiatan kemahasiswaan hanya terfokus pada salah satu jenis kegiatan yang segmennya hanya satu jnis mahasiswa saja. Keterjangkauan ini penting untuk menunjukkan bahwa mahasiswa tercakup dalam wilayah “kepedulian” institusi pendidikan.[]

Bengkulu, 4 Desember 2009

6 Comments

Filed under Artikel Umum

6 responses to “Tawuran Mahasiswa

  1. dea aja

    makin parah aja banyak tawuran sering terjadi bukan hanya di tawuran di kalangan mahasiswa tapi juga sering terjadi tawuran di kalangan pelajar khususnya tawuran di kalangan pelajar Smp dan tawuran di kalangan pelajar Sma.

  2. sys gk m engometari tentang artikel tpi saya ingin kontak degan anda yag pipunya knangan di lamtim…..

  3. Tawuran kok unjuk gigi…

  4. dapid 07

    gx apa-apa tawuran, sekali-kali ajang unjuk gigi..unjuk prestasi gx bisa ya unjuk gigi jg boleh…

  5. Ya… itulah… perlu kerja keras semua pihak untuk kembali menata semua elemen masyarakat untuk tidak terjebak pada anarkisme dan tindakan tawuran…

  6. sering lihat di teve, bikin prihatin, eh akhirnya kejadian juga di kota kita yg kecil ini, apalagi gara-garanya sepele
    susah juga mas, tapi jadi malu nih, yang sering kan makasar, jakarta, masak yg beginian kita mau ikutan terkenal, jangan ah
    pr deh untuk kawan2 di unib

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s