Bunga Rafflesia Bukan Bunga Bangkai

Oleh:  Suharyanto

Bagi masyarakat Bengkulu, nama bunga Rafflesia sudah tidak asing walaupun sebagian besar masyarakatnya juga belum pernah melihatnya. Ya, puspa ini sudah menjadi ikon Provinsi Bengkulu, sudah identik dengan daerah ini. Tak heran bila simbol-simbol di Bengkulu bercorak dasar kelopak bunga Raflesia. Bunga ini memang sudah dikenal oleh masyarakat sebagai bunga khas Bengkulu.  Walaupun sebenarnya, jenis lain dari bunga Raflesia bisa ditemui di daerah lain di Sumatera, Semenanjung Melayu dan Borneo.

Bunga ini cukup terkenal bukan hanya bagi masyarakat Bengkulu, tetapi bagi masyarakat luar Bengkulu. Paling tidak bagi anak-anak SLTA di wilayah provinsi tetangga mengetahui bahwa puspa langka ini merupakan ikon dan khas milik Bengkulu. Ketika saya melakukan “kunjungan” ke beberapa kabupaten di wilayah Sumatera Selatan, tepatnya di sekolah-sekolah SLTA, saya menanyakan tentang ikon Bengkulu kepada para siswa kelas tiga SLTA, dan hampir semuanya tahu bahwa jawabannya adalah Bunga Raflesia. Sebagai orang Bengkulu, tentu saja ini menyenangkan ada orang lain yang mengetahui tentang bunga khas Bengkulu itu.

Bunga Bangkai

Namun ada hal yang perlu diluruskan. Ketika ditanya tentang bunga Bangkai maka hampir semuanya menjawab bahwa Bunga Bangkai adalah Bunga Raflesia. Jelas suatu pemahaman yang keliru. Namun itu bukan hanya kekeliruan pemahaman para siswa saja, sekilas para gurunyapun seperti tidak tahu bahwa bunga Raflesia bukanlah bunga Bangkai. Demikian juga, pernah saya menonton TV dan kebetulan sedang menampilkan “bunga Bangkai” yang tumbuh di pekarangan rumah warga dan menjadi tontonan warga. Sayang, seribu sayang, penyiar TV menyebutkan bahwa itu adalah bunga Raflesia dengan lengkap menyebutkan nama latinnya. Padahal gambar yang ditayangkan adalah gambar bunga Bangkai. Jelas hal tersebut merupakan informasi yang menyesatkan. Kejadian seperti itu di TV bukanlah baru sekali atau dua kali saya temui, melainkan sudah beberapa kali. Artinya, banyak yang masih rancu memahami bunga Raflesia dan bunga Bangkai.

Ketika saya menjelaskan kepada anak-anaka SLTA  dalam kunjungan tersebut di atas, saya menegaskan bahwa bunga Bangkai bukan bunga Raflesia. Bunga Raflesia TIDAK SAMA DENGAN bunga Bangkai, jelas saya. Mereka terperangah bahwa ternyata selama ini mereka telah keliru memahami kedua bunga tersebut.

Memang, bunga Raflesia dan bunga Bangkai sama-sama tumbuh dengan baik di Sumatera dan khususnya Bengkulu. Tentu saja dijumpai pula di kawasan lain di Asia tenggara ini. Kedua bunga ini juga mampu menimbulkan bau “busuk” seperti bangkai karena kemampuannya “memikat” serangga dan akhirnya mati menjadi bangkai. Namun perbedaannya juga sangatlah banyak.

Bunga Raflesia, atau disebut juga padma Raksasa adalah sejenis parasit. Tumbuhan ini tidak memiliki akar, batang dan daun. Karena tidak memiliki daun maka tidak bisa melakukan fotosintesis. Kebutuhan akan makanan diperoleh dari tumbuhan inang melalui jaringan yang merambat di tumbuhan inang. Tumbuhan ini, khususnya Rafflesia arnoldii, tumbuh dengan baik di kawasan hutan Sumatera. Bunga ini memiliki kelopak 5 buah dengan ukuran besar. Bunga ini merupakan bunga terbesar di dunia dimana ketika ia pada puncak mekarnya, diameternya bisa mencapai 1 m dengan lama mekar selama lebih kurang 7 hari.

Secara nomenklatur dalam klasifikasi ilmiah, bunga Raflesia yang tumbuh di Bengkulu adalah sebagai berikut:

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Rafflesiales
Famili: Rafflesiaceae
Genus: Rafflesia
Spesies: Rafflesia arnoldii

Bunga Rafflesia

Lalu seperti apakah bunga bangkai itu? Bunga bangkai ada yang menyebutnya sebagai Suweg Raksasa atau Bunga Kibut. Tumbuhan ini juga tumbuh dengan baik di hutan hujan tropis seperti Bengkulu dan Sumatera Bagian Selatan. Bunga ini dicirikan dengan adanya seludang yang besar dan dikelilingi dengan kelopak bunga yang menjulang dan melebar jika pada keadaan mekar. Jenis yang sering dijumpai di Bengkulu adalah Amorphophallus titanum.

Jenisini merupakan keluarga talas-talasan (Araceae) dalam nomenklatur klasifikasi ilmiah. Dalam siklus hidupnya memiliki dua fase, yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Fase vegetatif ditandai dengan munculnya daun dan batang semu. Fase ini bisa mencapai waktu beberapa tahun. Fase generatif ditandai dengan kemunculan buah hasil penyerbukan setelah bunga mekar dan layu. Waktu bunga mekar dapat mencapai lamanya satu minggu dan bunga memiliki tinggi mencapai hampir 3 meter. Masa mekar bunga mencapai seminggu, setelah itu menjadi layu.

Demikian, semoga bisa menambah wawasan dan mampu meluruskan pemahaman antara bunga Bangkai dengan bunga Rafflesia. (dihimpun dari beberapa sumber, foto dari internet)

Leave a comment

Filed under Artikel Umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s