Mukjizat

Oleh: Suharyanto

 

Malam ini adalah malam berharga bagi umat manusia, yaitu 17 Ramadhan sebagai hari pertama turunnya “Kitab Bacaan” umat manusia. Turunnya Kitab Bacaan tersebut maka kita diwajibkan “membaca”-nya. Dengan membaca Kitab Bacaan tersebut maka umat manusia akan selamat dunia akhirat. Memang, Kitab Bacaan tersebut berupa petunjuk kepada keselamatan.

Sayang, seringkali umat manusia salah dalam membaca. Banyak manusia membacanya secara sepotong-sepotong sehingga hasilnya juga sepotong-sepotong. Sepotong orang ada yang baik, sepotong lagi ada yang buruk perilakunya. Ada yang memiliki nama baik sebagaimana nama yang dianjurkan oleh para nabi, tetapi perilakunya korup, perusak, nista dan hina. Inilah akibta pembacaan Kitab Bacaan sebagai mukjizat yang tidak komprehensip.

Kita akhir-akhir ini disuguhi dengan serangkaian drama korupsi, suap, penyelewengan kewenangan dan lain-lain. Drama yang sedang menarik perhatian publik adalah kasus Muhammad Nazarudin, sekalipun banyak kasus serupa yang terjadi di negeri ini. Diskusi dan dialog, forum dan talk show dan lain-lain digelar. Berbagai istilah, asumsi. pendapat dan tetek bengek sampai bengek netek, ujung-ujungnya tidak ada penyelesaian menyeluruh. Rakyat hanya dibuat bingung oleh panggung sandiwara itu semua. Huh… []

 

Bengkulu, 16 Agustus 2011 (17 Ramadhan 1432 H)

2 Comments

Filed under Artikel Umum

2 responses to “Mukjizat

  1. Ya, bukan ke politik… tapi hikmah bisa ditarik kemana-mana..hahahaha.. trims dah komen

  2. Yah…jadi ke politik pak…
    hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s