Menulis Surat Untuk Pemimpin Negara

Oleh: Suharyanto

Ada yang pernah berkenginan atau telah mengirim surat kepada pemimpin suatu negara? Baik pemimpin negara sendiri maupun negara lain? Apa kira-kira perasaan orang yang mengirim surat kepada pemimpin negara dan kemudian mendapat balasan? Senang, sedih, atau apa? Tentu saja tergantung dengan maunya si pengirim dan bagaimana balasan dari pemimpinnya.

Ketika masih duduk di bangku SMA, saya pernah mengirim surat kepada Margaret Thatcer, Perdana Menteri Inggris 1979-1990. Konon, Margaret Thatcer adalah satu-satunya perdana menteri perempuan dalam sejarah Britania Raya. Thatcer juga duluki sebagai “Perempuan Besi” (Iron Woman) karena ketegasannya menentang komunisme Uni Soviet. Tapi saya tidak kerena julukan itu kemudian berkirim surat, tetapi coba-coba apa sih rasanya mengirim surat kepada pemimpin negara dan bagaimana rasanya bila di balas. Saya tertantang dari sebuah artikel di majalah Sahabat Pena yang menceritakan pengalaman orang yang mendapat balasan surat dari pemimpin suatu negara. Di majalah tersebut dimuat pula nama dan alamat korespondensi para pemimpin negara pada saat itu yang mungkin bisa dikirimi surat.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan hingga setahun, hati ini selalu berharap akan balasan dari Sang Perdana Menteri. Ternyata, hingga detik ini surat saya tidak dibalas. Kata guru saya ketika itu, Perdana Menteri itu super sibuk, mana mungkin membalas surat anak SMA. Ada juga yang bilang, mungkin bahasa Inggrisnya tidak bagus sehingga sang Perdana Menteri tidak paham maksud saya. Macam-macamlah keterangan orang atas cerita saya tentang surat saya kepada perdana menteri. Saya kemudian berkesimpulan, rupanya tidaklah semudah yang dibayangkan dan digambarkan dalam majalah.

Kelak di kemudian hari, ternyata eh ternyata saya yang ceroboh dan bodoh. Betapa tidak, saya duduk di SMA di tahun Margaret Thatcer sudah bukan lagi perdana menteri Britania Raya. Duh! Rupanya majalah yang saya baca adalah majalah lama… malu, deh!

Beruntunglah Muhammad Nazaruddin yang begitu mengirim surat buat presiden republik Indonesia, langsung mendapat balasan dari Sang Presiden. Pasti hatinya senang. Selamat ya Nazaruddin![]

Bengkulu, 23 Agustus 2011

2 Comments

Filed under Artikel Umum

2 responses to “Menulis Surat Untuk Pemimpin Negara

  1. @Sapri… hahahahahaha… iya betul betul betul…. hahahahahaha… trims komennyo…

  2. sapri

    Hmm, menurut saya nih, mas suharyanto harus buat dulu sesuatu yang berbeda dari yang lain (yang paling aneh, hebat, atau yang paling jarang lalu published), baru kirim surat, dijamin ada yang balas (paling tidak komentar orang terkenal). He he.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s