Anekaria Idul Fitri 1432 H

Oleh: Suharyanto

Bukan baru kali ini saja, hari raya Idul Fitri dilaksanakan secara tidak serentah oleh kelompok-kelompok umat di Indonesia, bahkan dunia. Ya, tahun ini secara umum ada yang menetapkan Idul Fitri jatuh pada 30 Agustus dan ada yang 31 Agustus. Selain itu ada juga yang menetapkan 29 Agustus dan 1 September, sekalipun minoritas.

Saya tidak sedang mengupas metode, rujukan ataupun ilmu yang mendasari masing-masing keputusan Idul Fitri. Saya hanya ingin menuliskan pernak-pernik yang terjadi di kalangan masyarakat dalam mensikapi perbedaan Idul Fitri tahun ini. Pelaksanaan Idul Fitri yang tidak serentak bukan hanya antar kelompok atau wilayah di Indonesia, tetapi bisa terjadi di dalam satu keluarga, bahkan dalam satu individu manusia Indonesia. Kok, bisa?

Ya, kasus perbedaan Idul Fitri ini telah berdampak pada individu-individu dalam mensikapinya. Ada beberapa respon orang terhadap perbedaan ini. Pertama, ada orang yang merespon dengan mengikuti hari Idul Fitri 30 Agustus dan Shalat Ied pada hari itu juga. Dan, semoga membayar zakat fitrahnya sebelum shalat Ied 30 Agustus. Kedua, ada yang mengikuti ketetapan Idul Fitri jatuh pada 31 Agustus, dan ini otomatis shalat ied-nya pad atanggal 31 Agustus. Ketiga, ada orang yang meresponnya dengan berbuka puasa pada tanggal 30 Agustus dan Shalat Ied-nya tanggal 31 Agustus. Keempat, ada yang menjatuhkan Idul Fitri pada 30 Agustus dan mengikuti shalat ied pada hari itu juga, tetapi pada tanggal 31 Agustus ikut shalat ied lagi.

Nah, kelompok ketiga dan keempat inilah yang saya kategorikan sebagai “dalam individu yang sama juga terjadi perbedaan pelaksanaan Idul Fitri”.

Ada juga cerita bahwa ada orang yang membiasakan menyelenggarakan takbiran di rumah pribadi dengan mengundang tetanggak sekitar yang kemudian diakhiri dengan doa syukur dan doa selamat. Nah, ketika itu malam Selasa, 30 Agustus orang ini sudah mempersiapkan makanan untuk acara takbiran di rumahnya dan para jiran sudah pula hadir di rumahnya. Berhubung menyimak sidang Isbat melalui TV, takbiran ditunda terlebih dahulu. Begitu keputusan menetapkan tanggal 31, sontak tuan rumah menjadi bingung karena faham mayoritas undangan dan dirinya adalah ber-Idul Fitri mengikuti pemerintah. Hal ini karena makanan telah dipersiapkan untuk malam itu. Akhirnya dilakukan doa selamat dan kemudian sholat Isya dan terawih.

Yah, begitulah beberapa potong cerita aneka ria Idul Fitri 1432 H atau bertepatan dengan 30 dan atau 31 Agustus 2011[]

Bengkulu, 6 September 2011

Leave a comment

Filed under Artikel Umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s