Olimpiade

Oleh: Suharyanto

 

Dewasa ini istilah “olimpiade” cukup sering mengemuka di media, dunia pendidikan, percakapan mahasiswa dan pelajar, percakapan para orang tua, dan masyarakat luas. Mengapa demikian? Karena istilah olimpiade muncul bukan hanya pada even olah raga, tetapi pada jenis perlombaan non olah raga, termasuk perlombaan kecerdasan dan ketangkasan dalam bidang studi mata pelajaran maupun mata kuliah.

Dulu, olimpiade hanya terkait dengan even olah raga dan memang ada lembaga yang menaunginya, yaitu Komite Olimpiade International atau International Olympic Committee (IOC). IOC di dirikan pada tahun 1894 untuk menyelenggarakan pertandingan olah raga antar negara setiap 4 tahun.

Dalam sejarahnya, Olimpiade muncul pertama kali di Yunani sekitar abad 8 SM. Ketika itu olimpiade dimaksudkan untuk persembahan kepada dewa Yunani, Zeus. Dalam prosesi persembahan atau penghormatan kepada dewa, para penduduk berbagai polis (negara kota)  melakukan adegan pertandingan, mulai dari gulat, tinju, lomba lari, lempar tombak,  dan lain sebagainya. Nah, even-even tersebut diadakan setiap 4 tahun sekali yang berpusat di daerah Olympia (mungkin dekat gunung Olympus), Yunani. Makanya kemudian kegiatan olimpiade tidak terlepas dari tindakan olah raga.

Belakangan, Olimpiade bukan hanya untuk kegiatan olah raga, melainkan sudah meluas untuk kegiatan pertandingan bidang-bidang lain. Akhir-akhir ini kita tahu ada Olimpiade Sains, Olimpiade Matematika, Olimpiade, Fisika, Olimpiade IPA, dan lain-lain yang dilekatkan dengan suatu matakuliah atau mata pelajaran.

Olimpiade yang bukan olahraga pun muncul di berbagai tingkat, mulai dari even internasional, nasional, dan daerah. Bahkan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Penyelenggaranyapun bisa beragam. Di tingkat perguruan tinggi ada Olimpiade yang diselenggarakan oleh Kemendiknas melalui Dikti, ada juga yang diselenggarakan oleh BUMN, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) oleh PT. Pertamina. Ada Olimpiade yang diselenggarakan oleh Pemda, oleh perguruan tinggi dan bahkan pada tingkat sekolah.

Sebenarnya, olimpiade jenis ini pernah ada di Indonesia. Untuk pelajar dan mahasiswa ada istilahnya “Cepat Tepat”, “Cerdas Cermat”, dan “Cerdas Tangkas”. Penyelenggaranya bisa tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional. Materinya berupa bidang pelajaran atau matakuliah. Kegiatan ini mengalami kemunduran dan hilang dari panggung perlombaan ketangkatan pelajar dan mahasiswa hingga akhirnya muncul lagi dalam metamorfosa menjadi olimpiade.

Dahulu juga ada lomba pengetahuan dan keterampilan bagi para petani pertanian yang kemudian dikenal dengan nama KELOMPENCAPIR, yaitu singkatan dari Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa. Kegiatan ini menyerupai “Cerdas Cermat” dimana mengadu kecerdasan dan keterampilan petani dalam lomba Kelompencapir. Kegiatan ini muncul pada zaman Orde Baru dan hilang dengan hilangnya Orde baru. Nah, apakah untuk menumbuhkan kembali perlu ada “Olimpiade bagi Petani”?[]

 

Bengkulu, 8 September 2011

Leave a comment

Filed under Artikel Umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s