Insya Allah atau Inshaa Allah?

Insya Allah atau Inshaa Allah

Oleh: Suharyanto

 

Akhir-akhir ini di media jejaring sosial cukup ramai dengan adanya posting yang menyebutkan bahwa penulisan kata “Insya Allah” semestinya diganti dengan “Inshaa Allah” karena dianggap penulisan “Insya Allah bermakna “menciptakan Allah” dan “Inshaa Allah bermakna “dengan ijin Alah”. Tak sedikit netizen yang kemudian turut menyebarkan (share) kepada teman-temannya. Tak ayal ini menjadi pertanyaan tersendiri perihal mana yang benar dan mana yang seharusnya digunakan.

Sebenarnya, persoalannya adalah bukan terletak pada mana yang benar dan salah antara penulisan “Insya Allah” dan “Inshaa Allah”. Namun, persoalannya adalah pada sistem transliterasi yang disepakati atau dianut oleh suatu sistem bahasa kepada sistem bahasa yang lainnya. Dalam kaidah bahasa Indonesia sudah terdapat sistem transliterasi yang disepakati dari sistem bahasa Arab ke sistem Bahasa Indonesia. Dasar hukum transliterasi ini adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 158 Tahun 1987 – No 0543 b/u/1987. Transliterasi huruf Arab ke dalam huruf latin Bahasa Indonesia adalah seperti berikut ini.

Transliterasi Arab-Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam bahasa asalnya, Arab, kata Insya Allah (atau Inshaa Allah) adalah sebagai berikut.

insya-allah

 

 

 

 

 

Di sana tertulis huruf SYIN (atau SHIN) yang dalam bahasa Indonesia ditransliterasikan menjadi SY. Dengan demikian maka dalam sistem Bahasa Indonesia kata tersebut telah benar ditransliterasikan menjadi Insya Allah. Penulisan Ishaa Allah atau In Shaa Allah merupakan bentuk transliterasi dari Arab ke latin Inggris. Oleh karena itu, di negara-negara berbahasa Inggris atau bekas Jajahan Inggris adalah biasa menulisnya menjadi Inshaa Allah. Dengan demikian maka jangan latah ikut-ikutan menuliskan Inshaa Allah. Tetaplah menulis Insya Allah sebagai bentuk transliterasi yang disepakati dalam Bahasa Indonesia.[]

Bogor, 22 Oktober 2015.

 

3 Comments

Filed under Artikel Umum

3 responses to “Insya Allah atau Inshaa Allah?

  1. Sepakat, Mas.. Dalam tradisi literasi bahasa Inggris, untuk meliterasikan suara S tebal digunakan “sh”.. misal, kata: “shame”, “shape”, “shoot”, “smash”, “bush”, dll. Sedangkan “sy” dalam tradisisi literasi bahasa Inggris dibaca sebagai “s(z)ie”, seperti: “easy”, “busy”, “noisy”, dsb.. Sehingga bagi mereka yang menggunakan tradisi literasi bahasa Inggris (termasuk negara-negara bekas jajahan Inggris), tulisan “insya Allah” malah sulit dibaca dan bunyinya tidak sesuai dengan pengucapan aslinya dalam bahasa Arab.. Tentu ini berbeda dengan tradisi literasi bahasa Indonesia yang meliterasikan huruf S tebal dengan “sy”.. Kasus yang sama terjadi juga pada nama saya: Rasyid. Dalam tradisi literasi bahasa Inggris akan ditulis dengan “Rashid” atau “Rasheed”..

  2. Hehehe… iyo taufik….

  3. taufik

    khas mas yanto banget….
    setuju, Mas….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s